3 kendaraan investasi

November 2, 2007

3 kendaraan investasi yang menurut saya bisa membuat pertumbuhan eksponensial.

1. bisnis
2. real estate
3. surat berharga

Kenapa bisnis? bisnis yang baik, bisa menghasilkan return yang tinggi. Berbeda dengan bekerja yang returnnya tetap setiap bulan, bisnis yang baik, walau kadang menurun, seharusnya meningkat dari tahun ke tahun. Bisnis yang baik, seharusnya bersifat eksponensial dalam pendapatan. [nanti saya bahas satu per satu]

Kenapa real estate ? Sepanjang sepengetahuan saya, real estate belum ada yang turun nilainya. Ada, itu pun kecil , dan paling hanya dari sisi bangunan, bukan tanah. Real estate juga bisa di leverage dengan bantuan Bank. 😀 Anda keluarkan 20%-30%, sisanya biar Bank yang bayarin. Real estate juga memberikan return tinggi diatas bunga deposito / tabungan biasa.

Kenapa surat berharga? kenapa ditaruh di belakang? karena surat berharga bisa memberikan return tinggi juga bisa memberikan return minus. Artinya resiko paling besar , walau setara dengan keuntungan yang dicapai. Reksadana termasuk ke asset surat berharga.

[satu persatu nanti akan coba saya bahas]


Berani gagal

Oktober 9, 2007

ya, dua kata yang cocok sebagai pembuka nasehat untuk entrepreneur atau calon entrepreneur, yaitu BERANI GAGAL.

Kemarin, ada yang cerita ke saya :
“Be, gw dah pindah kerja di hotel baru. Lumayan lah untuk kemajuan karier dong. Untuk masa depan. Supaya nanti cepet sukses.
Be, gw ama temen gw mau usaha nih. Usaha apa ya? haha, usaha kecil – kecilan, tapi yang menguntungkan, yang gak rugi punya, apalagi bangkrut, yang modalnya gak gede gede amat. Kalau bisa pertama tama langsung dapet order, dicari banyak orang. Kalau bisa juga gak ngabisin banyak waktu, soalnya gw kerja. Kira kira apa ya? Soalnya gw gak mungkin kan tergantung sama orang terus, mau sampai kapan?? Udah tua neeeh”

Sungguh, pertanyaan singkat, tapi gak bisa langsung saya jawab. Ya, kompleks soalnya.
Mau usaha, tapi gak mau rugi. Mau usaha, mau langsung laku. Mau usaha yang dicari banyak orang.

Satu yang langsung saya tekankan kepadanya, :”Kalau mau usaha, harus mau rugi. Kalau mau usaha harus berani capek. Kalau mau usaha, ya mulai dari nol”

“Kamu mau usaha, ya harus berani rugi. Misal berani rugi 5 juta, ya mulai usaha dengan modal 5 juta, kalau bisa jalan, bagus, kalau balik modal, bagus, kalau rugi, anggap saja lagi kuliah. Jadi kalau bangkrut 5 jutanya ilang, gak nyesek, gak nangis, gak mengeluh”

“Gak usah takut bangkrut, gak usah takut rugi, gak usah takut gagal. Orang usaha itu bukan dilihat dari berapa kali dia gagal nya. Tapi, dilihat dari berapa kali dia bangkit dari gagalnya”

Mau coba? 😀


Jenuh ??!

Oktober 4, 2007

Hampir satu minggu ini, saya disibukkan dengan berbagai hal yang harus diurus, mulai dari urus npwp, pembayaran pajak [maklum awam], operasional warnet, plus macet dimana mana. jam 07 udah gak ada di rumah. pulang hanya untuk jatuhin badan di ranjang. mmmh..

Hari ini, tadi pagi, badan saya sudah terasa gak enak. Mau ngapain aja males, padahal acara hari ini termasuk acara terakhir dan padat juga. Tunggu sana sini, jalan sana sini, tapi kok hati merasa gak kerja? padahal dalam hati selalu menyuarakan kata – kata “SEMANGAT !! SEMANGAT !! SEMANGAT !!” .. tapi tetap saja drop lagi dan malas lagi, padahal biasanya setelah menyuarakan kata sakti itu, saya bisa termotivasi untuk lebih cepat bekerja lagi.

Satu sisi, badan merasa capek, gak mau kemana mana, dalam otak ini mau mencari ranjang saja untuk tidur. Satu sisi, kok saya merasa bosan dengan hidup ini ? kali kedua dalam tahun ini. bosan kalau mesti berkarya, berusaha, bekerja untuk mendapat jaminan kebebasan finansial untuk hari tua nanti. Dari tadi gak bisa menemukan kata yang tepat, hingga beberapa menit sebelum menulis ini, ada satu kata yang tepat.

“JENUH” mungkin tepat untuk menerangkan semua ini. ah tapi dillema juga, siapa tahu memang saya sedang tidak fit. semoga semua urusan cepat beres. Toh menunggu warnet pertama saya balik modal saja saya bisa bersabar kok. Masa menunggu semuanya kembali normal tidak bisa sabar. Apalagi sisa 1 minggu lagi untuk libur idul fitri yang panjang. Mungkin rencana saya untuk ambil liburan memang tepat. Bisa untuk menenangkan hati dan pikiran.

Semoga besok bisa bangun dengan kondisi prima lagi.
AMIN.


Just keep on goin’ what you have to do

September 27, 2007

Saya pernah menjumpai orang, yang selalu berpikiran negatif. “Apa sih yang dia kerjakan?” “Kenapa sih dia begini? bukannya dia mestinya begitu saja?” “Coba liat, kalau kamu lakukan ini, dua tahun lagi pasti kamu gak akan maju..” “Ih, si A pasti lagi ngomongin kita di rumah”
Dalam kehidupan sehari – hari kita pasti pernah menjumpai hal ini. Gak usah jauh-jauh, keluarga besar saya sendiri masih suka negatif thinking.

Teman, jika kita ingin sukses di masa tua nanti, pasti kita harus menyiapkannya dari awal. Pasti teman – teman, punya catatan-catatan target yang harus dicapai, hari ini, minggu depan, bulan dan tahun-tahun mendatang. Lalu, bagaimana menanggapi orang-orang di sekeliling kita, yang selalu menyuarakan nada-nada negatif, seakan berkomentar, tapi selalu menciutkan kita?

Biasanya saya selalu suka berkomentar balik,
“Bagaimana kalau usahamu gagal?” – kalau berhasil gimana?
“Bagaimana kalau tidak laku dijual?” – kalau laku terjual ?
“Bagaimana jika mereka complain terhadap produk kita?” – kalau tidak?
Dengan selalu mencoba berpikiran positif, semua ada solusinya.

Tidak usah takut, coba kita lihat, siapa sih mereka yang selalu berpikiran negatif itu? kemudian kita lihat lagi, sudah sejauh mana mereka sukses dalam hidupnya? apakah mereka sudah lebih maju dari kita? mungkin saja belum, atau mungkin saja karena beruntung mendapat usaha warisan dari keluarga. Biarkan mereka terus berkomentar, biarkan mereka diam di tempat, asalkan kita terus berjalan sesuai target kita sendiri, just keep on goin’ what you have to do being success, alhasil kita bisa lebih maju dari mereka 1 – 2 tahun lagi.


Bisnis abcd

September 23, 2007

Ada rumus baku yang sampai sekarang masih suka saya pakai, saya dapatkan ini waktu masih kuliah dan mencoba coba bisnis di MLM. [pendidikan bisnis di MLM yang bonafide bagus loh]

Rumus bakunya adalah bisnis = abcd. Apa itu?

A = alat
Untuk menjalankan sebuah bisnis kita membutuhkan alat.
Bisnis barang, kita butuh benda konkretnya untuk dijual.
Bisnis jasa, kita butuh medianya untuk menjual.
Transportasi, kita butuh kendaraan sebagai alat. [dll]

B = bekerja
Berbisnis , tentu kita butuh bekerja. Tanpa bekerja, jangan harap anda bisa mendapatkan uang. Semua bisa, karena kita bekerja. Walau waktu yang dibutuhkan untuk membangun sebuah bisnis itu berbeda beda, tapi kita tetap mesti meluangkan waktu untuk tahap awal berbisnis.

C = cara
Berbisnis pasti ada caranya. Cara berbisnis bermacam – macam, bisa berbisnis dengan menjajakan langsung (direct selling), bisa dengan media atau beriklan, dan lain sebagainya.

D = doa
Satu yang penting tapi sering terlewat. Jangan lupa untuk berdoa, memohon berkatNya, dan berterima kasih atas berkatNya.

mulai dari yang terkecil (uang kecil), jalani teori abcd.
salam,


Manusia = penjual

September 21, 2007

Pernah terpikirkah kalau kita itu adalah sales (penjual).

Manusia itu sebenernya adalah tenaga penjual untuk dirinya sendiri.
Tanpa kita sadari, kita itu menjual.

Di dalam organisasi, ada yang ingin menjadi ketua, tentu dia harus menjual kelebihan2 yang ada dalam dirinya, si calon “ketua” ini, akan bersusah payah untuk meminta para pemilih untuk memilih dirinya.

Di dalam pekerjaan, dalam bernegosiasi salary, kita tentu menjual, entah kelebihan kita dibanding orang lain, entah pengalaman kita dibanding orang lain.

Ketika kita hendak mengikuti suatu kejuaraan/pemilihan, sudah pasti kita melakukan penjualan, pemilihan miss Indonesia, terpikir kan kalau para peserta juga menjual “dirinya” [dalam arti positif] supaya mereka terpilih.

Dalam suatu perusahaan, pendapatan perusahaan, pasti dari penjualan. Semakin tinggi penjualan, semakin tinggi pendapatan, begitu juga sebaliknya.

Nah, atas dasar ini, seharusnya kita tidak takut untuk menjual karena sedari kecil sebenarnya, tanpa kita sadari, kita itu menjual.

Karena kita pada akhirnya “sadar” kalau penjualan adalah tulang punggung kehidupan bisnis, dan “sadar” pula kalau kita adalah tenaga penjual, maka sudah semestinya kita tidak menutup diri untuk belajar penjadi penjual, tidak usah takut untuk menjadi penjual. Berarti tidak usah takut juga untuk membangun bisnis sendiri.

belajar berbisnis, belajar menjual.


Daya beli

September 19, 2007

Di suatu daerah / komunitas, daya beli seseorang bisa berbeda dengan daerah lainnya. Hal ini, tentu dimotori oleh beberapa faktor, tingkat penghasilan, tingkat kebutuhan, jumlah keluarga tanggungan, jenjang pendidikan, dan lain sebagainya.

Kalau dikupas satu per satu tidak selesai satu hari, tapi yang jelas tingkat penghasilan rata rata daerah sudah barang tentu menentukan kekuatan dari daya beli daerah tersebut, sebut saja Jakarta dengan Bogor, saya rasa untuk penghasilan sudah berbeda dan tentu untuk daya beli juga berbeda.

Pendapatan dengan daya beli berbanding lurus begitu juga dengan nilai kebutuhan suatu produknya. Semakin tinggi nilai kebutuhan akan barang tersebut, tentu .., semakin tinggi kekuatan daya beli nya, sebut saja sembako.

Developing area (atau area yang sedang berkembang) — tentu berperan dalam peningkatan daya beli daerah. Contoh saja, depok, yang kian hari kian merapihkan diri utk menjadi kota yang bisa dikenal banyak kalangan.  Demikian juga dengan penduduk depok.

Contoh produk, coba saja lihat perumahan di Depok, yang masih tergolong murah dibanding kota maju lainnya, Depok yang tidak jauh dari Jakarta, terlihat dengan promosi gencar para pengembang property yang tidak kenal lelah, dan hanya dalam tempo beberapa bulan, stocknya langsung habis.

Sektor sektor seperti perumahan, pendidikan,  makanan, perumahan, dan kesehatan, kelihatannya Indonesia masih jauh lebih murah dibanding negara2 tetangga.